- Back to Home »
- Perjalanan Karier di Dunia Broadcasting
Oleh : Cristina Eca Yulianti / B01218009 Praktikum JR2
Pria
asal Blitar, Jawa Timur yang akrab di sapa Didin dengan nama lengkap Syaifuddin
Zuhri ini memulai untuk menggapai kariernya dengan merantau ke Kota besar yaitu
Surabaya pada tahun 1986. Setelah lulus SMA ia memutuskan untuk kuliah di
Surabaya dan daftar di IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Surabaya pada tahun
itu. Mengambil jurusan/program studi PPAI (Penyiaran Penerangan Agama Islam)
yang pada saat ini dikenal dengan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).
Setelah
selesai kuliah, ia tidak kembali ke kampung halamannya di Blitar karena
mempunyai banyak kegiatan di Surabaya. Yang pertama ia gabung di Korsiduma RRI
(Radio Republik Indonesia) Surabaya yaitu sebuah komunitas kumpulnya anak-anak
muda yang interest dengan dunia broadcast dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya.
Ia bergabung di Korsiduma RRI mulai tahun 1987-1990.
Dari
situ ia mempunyai pengalaman Jurnalistik diluar kampus karena di Korsiduma itu
ada keharusan untuk meliput kegiatan-kegiatan dikampus-kampus Surabaya. Dan
berita yang disiarkan setiap seminggu sekali di RRI Surabaya. Korsiduma juga
menjadi acuan organisasi untuk perkembangan bakat khususnya dibidang
broadcasting dan announcing. Ia meliput kegiatan kemudian membaca berita setiap
hari sabtu. Karena kumpulnya setiap hari Sabtu di Siduma (siaran dunia
mahasiswa). Salah satu pegiatnya juga dulu yaitu Prof. Dr. Suhartini pada saat
kuliah.
Ia
mengembangkan juga di kampus dengan masuk ke AraAita majalah; kampus yang
terbit setiap 6 bulan sekali, sebagai reporter. Setelah lulus tahun 1991
melanjutkan perkembangan karier dan bakat didunia Jurnalistik. Sempat bekerja
tahun 1991 di Harian Pagi Memorandum, koran kriminal terbesar tidak lama hanya
1,5 tahun tetapi mendapatkan pengalaman yang sangat berharga ketika dididik
menjadi jurnalis di media cetak. Teknologinya saat itu sudah canggih
menggunakan komputer , tapi tidak secanggih sekarang karena belum ada
modem/internet.
Pada
tahun 1992 ia pindah haluan, disamping masih menggeluti Jurnalistik cetak Ia
mulai melirik dunia radio. Maka pada saat itu ia gabung disalah satu Radio
siaran swasta di Surabaya sebagai announcer dan reporter. Diantaranya radio
Istara, radio Rajawali, radio Kartika Bahari, sempat juga di radio Karolina. Ia
tekuni selama kurang lebih 6 tahun. Hingga akhirnya ia concent di dunia radio
sampek tahun 2004. Pagi berangkat pulang jam 11 malam setiap hari, jika koran
cetak belum naik cetak koran belum boleh pulang. Meninggalkan dunia
broadcasting pelan pelan secara praktis ditahun 2006.
Pada
saat itu ia belum berada di dunia kampus, ia mulai mengajar ditahun 2001.
Karena ia ditawari oleh Prof. Ali Azis untuk membantu teman-teman di Fakultas
Dakwah dan Komunikasi untuk mengajar karena ia mempunyai pengetahuan di bidang
broadcasting jurusan untuk mengajar di jurusan KPI.
Sebelum concent didunia pengajar ia memang banyak didunia entertain yaitu broadcasting. Dijalani dengan enjoy meskipun gajinya pada saat itu masih sangat kecil ditahun 90-an. Banyak tantangan dan kompetitornya tetapi ia enjoy menjalinya. Ia menyenangi dunia Jurnalistik. Kuncinya sabar dan tidak ada profesi yang kemudian naik pada posisi leader semua dari bawah.
Kerja di dunia radio seperti kerja didunia
entertain yang satu menjadi entertainment yang kedua menjadi profesi. Banyak
seni didalamnya, karena harus belajar olah vocal, hunting kesana kemari. Kesan
yang ia dapat selama bekerja di dunia broadcasting ia sangat senang dan membuat
hari-harinya lebih menantang.