Perjalanan Karier di Dunia Broadcasting

 Oleh : Cristina Eca Yulianti / B01218009 Praktikum JR2



Pria asal Blitar, Jawa Timur yang akrab di sapa Didin dengan nama lengkap Syaifuddin Zuhri ini memulai untuk menggapai kariernya dengan merantau ke Kota besar yaitu Surabaya pada tahun 1986. Setelah lulus SMA ia memutuskan untuk kuliah di Surabaya dan daftar di IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Surabaya pada tahun itu. Mengambil jurusan/program studi PPAI (Penyiaran Penerangan Agama Islam) yang pada saat ini dikenal dengan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).


Setelah selesai kuliah, ia tidak kembali ke kampung halamannya di Blitar karena mempunyai banyak kegiatan di Surabaya. Yang pertama ia gabung di Korsiduma RRI (Radio Republik Indonesia) Surabaya yaitu sebuah komunitas kumpulnya anak-anak muda yang interest dengan dunia broadcast dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya. Ia bergabung di Korsiduma RRI mulai tahun 1987-1990.


Dari situ ia mempunyai pengalaman Jurnalistik diluar kampus karena di Korsiduma itu ada keharusan untuk meliput kegiatan-kegiatan dikampus-kampus Surabaya. Dan berita yang disiarkan setiap seminggu sekali di RRI Surabaya. Korsiduma juga menjadi acuan organisasi untuk perkembangan bakat khususnya dibidang broadcasting dan announcing. Ia meliput kegiatan kemudian membaca berita setiap hari sabtu. Karena kumpulnya setiap hari Sabtu di Siduma (siaran dunia mahasiswa). Salah satu pegiatnya juga dulu yaitu Prof. Dr. Suhartini pada saat kuliah.


Ia mengembangkan juga di kampus dengan masuk ke AraAita majalah; kampus yang terbit setiap 6 bulan sekali, sebagai reporter. Setelah lulus tahun 1991 melanjutkan perkembangan karier dan bakat didunia Jurnalistik. Sempat bekerja tahun 1991 di Harian Pagi Memorandum, koran kriminal terbesar tidak lama hanya 1,5 tahun tetapi mendapatkan pengalaman yang sangat berharga ketika dididik menjadi jurnalis di media cetak. Teknologinya saat itu sudah canggih menggunakan komputer , tapi tidak secanggih sekarang karena belum ada modem/internet.


Pada tahun 1992 ia pindah haluan, disamping masih menggeluti Jurnalistik cetak Ia mulai melirik dunia radio. Maka pada saat itu ia gabung disalah satu Radio siaran swasta di Surabaya sebagai announcer dan reporter. Diantaranya radio Istara, radio Rajawali, radio Kartika Bahari, sempat juga di radio Karolina. Ia tekuni selama kurang lebih 6 tahun. Hingga akhirnya ia concent di dunia radio sampek tahun 2004. Pagi berangkat pulang jam 11 malam setiap hari, jika koran cetak belum naik cetak koran belum boleh pulang. Meninggalkan dunia broadcasting pelan pelan secara praktis ditahun 2006.


Pada saat itu ia belum berada di dunia kampus, ia mulai mengajar ditahun 2001. Karena ia ditawari oleh Prof. Ali Azis untuk membantu teman-teman di Fakultas Dakwah dan Komunikasi untuk mengajar karena ia mempunyai pengetahuan di bidang broadcasting jurusan untuk mengajar di jurusan KPI.


Sebelum concent didunia pengajar ia memang banyak didunia entertain yaitu broadcasting. Dijalani dengan enjoy meskipun gajinya pada saat itu masih sangat kecil ditahun 90-an. Banyak tantangan dan kompetitornya tetapi ia enjoy menjalinya. Ia menyenangi dunia Jurnalistik. Kuncinya sabar dan tidak ada profesi yang kemudian naik pada posisi leader semua dari bawah.


 Kerja di dunia radio seperti kerja didunia entertain yang satu menjadi entertainment yang kedua menjadi profesi. Banyak seni didalamnya, karena harus belajar olah vocal, hunting kesana kemari. Kesan yang ia dapat selama bekerja di dunia broadcasting ia sangat senang dan membuat hari-harinya lebih menantang.

Senin, 05 Juli 2021

Kiat Sukses di Dunia Radio

Oleh : M. Alief Rindianto / B01218019 Praktikum JR2



Kerja diradio itu berada didunia entertainment sebagai 2 posisi satu sebagai entertaint sekaligus sebagai professional jadi harus sama sama dinikmati dan dikerjakan. Pak didin contohnya, pria yang bernama lengkap Syaifuddin Zuhri yang sekarang menjadi dosen di UINSA memaparkan pengalamanya saat di dunia radio. Kerja diradio itu ada banyak seninya karena kita harus belajar olah vocal kemudian harus hunting kesana kesini ya dijalani aja dan kesan nya senang berkat di dunia broadcast mendapatkan pengalaman yang luar biasa sehingga tahun 2007 bisa masuk seleksi di KPI jawa timur itu yang diambil 7 orang dari 147 orang pendaftar dan masa jabatanya 3 tahun serta periode 2 daftar lagi dan diterima lagi jadi komisioner KPI jawa timur sampai tahun 2016, selebihnya banyak konsen mengajar jadi dosen.


Dunia radio itu dinamis jadi ketika diradio ada namanya PRSSNI JATIM yakni persatuan radio siaran swasta nasional Indonesia jawa timur itu sering mengadakan diklat , workshop nah disitulah dapat banyak pengalaman. Broadcasting didunia radio tidak akan mati karena digital yang bikin radio mati karena berhentinya ide-ide yang muncul dari orang-orang didalam radio itu jadi kalau penyiarnya dan programernya kehabisan ide dan nggak mau mengembangkan inovasi yang sesuai dengan pengembangan digital ya mereka akan tertinggal.


Jadi , saya kira kalo mahasiswa sekarang yang consent di bidang broadcast itu kan banyak sekarang tinggal pengembangan aja, sekarang ini kita dimudahkan dengan yang namanya fasilitas digital tidak seperti 10 tahun atau 20 tahun yang lalu jadi tinggal nyusun program aja kita nyusun program terus kita siarkan. Kalo soal competitor semua sama dan radio kampus terbaik di Surabaya itu ya di UINSA salah satunya, jadi kalau anda ingin interest didunia broadcast berlatihlah mulai sekarang untuk menekuni itu kemuan nanti setelah anda lulus harus berani ambil resiko masuk ke perusahaan radio swasta untuk mencari pengalaman nanti kalo anda sudah punya knowledge pengalaman yang luar biasa baru bisa bergaining dengan gaji dll dan semua tergantung dari SDMnya juga harus mau berlatih dan bekerja keras serta cari pengalaman sebanyak-banyaknya.


Takdir Yang Menggiringku Sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

  Oleh : Erica Dwi Wulandari / B91218103 Praktikum JR2



Bertubuh sedikit berisi, bermata sipit, berkulit sawo matang, dan memiliki senyuman yang manis merupakan pria kelahiran Blitar yang merantau ke Surabaya dengan nama lengkap Syaifuddin Zuhri. Pria yang berprofesi sebagai dosen praktikum diberbagai perguruan tinggi sejak tahun 1999. Pria ini biasa dikenal dengan sapaan Pak Didin oleh para mahasiswa dan kerabat dosen lainnya. Ia adalah dosen yang pernah mengajar keilmuan yang berhubungan langsung dengan dunia jurnalistik dan broadcasting di Unitomo, UPN, IKIP PGRI Surabaya, dan yang terakhir di IAIN SUNAN AMPEL Surabaya. 

 

Pak Didin mengajar di IAIN SUNAN AMPEL Surabaya sejak tahun 2001. Ia dipercaya menjadi salah satu dosen praktisi yang mengajar ilmu dibidang komunikasi khususnya yang terkait dengan dunia broadcast dan siaran radio. Tetapi didalam perjalanan mengajar di universitas tersebut, ia berusaha untuk mencapai kompetensi standart yang telah diberlakukan, guna memperkaya keilmuan yang dimiliki sebagai bekal dimasa depan untuk terjun didunia broadcast. 

 

Dosen yang sederhana dan penuh kewibawaan ini memiliki pengalaman dalam bidang jurnalistik yang cukup memuaskan. Ia sedari dulu aktif dalam mengikuti segala aktivitas yang bergerak dibidang broadcasting, khususnya siaran Radio. Ia juga sempat berkecimpung dalam KORSI DUMA RRI Surabaya, yang merupakan wadah bagi para mahasiswa dalam mengembangkan bakatnya di dunia broadcast sejak tahun 1987 sampai dengan tahun 1990. Selain itu, ia juga mengikuti kegiatan di luar kampus dibidang jurnalistik yang bernama SIDUMA (Siaran Dunia Mahasiswa). 

 

Hingga kini, dosen yang penuh ketenangan dan kehangatan ini dipercayai untuk mengajar mata kuliah Hukum Etika Media dan segala teori yang berkaitan langsung dengan jurnalistik. Tidak hanya itu, ia juga dikenal sebagai sosok dosen yang penuh dengan keikhlasan didalam menyampaikan sebuah ilmu bagi para mahasiswa yang ia ajar. Ia juga seringkali berucap bahwa keinginan yang tersirat dalam benaknya tidak lain adalah melihat para mahasiswanya sukses dalam menekuni segala bentuk passion atau talenta yang dimilikinya. 

 

Dosen berparas bundar ini tak pernah sedikitpun merasa lelah saat mengajar. Yang ada justru ia merasa senang dengan amanah yang tengah dikerjakan. Ia adalah sosok dosen yang sabar dalam berlisan. Tak ada satu pun kata yang terucap menyakitkan. Karena itu banyak sekali mahasiswa yang merasa tentram saat diajar. 

 

Pak Didin adalah orang yang tak pernah sekalipun memikirkan imbalan dari apa yang tengah diupayakan. Ia adalah sosok yang begitu tekun, pekerja keras, dan mau berusaha untuk dirinya dan orang – orang disekitarnya. Dia selalu belajar atas segala hal yang pernah ia jumpai dalam perjalanan hidupnya. Walau sulit, namun tak mampu membuatnya gentar dan berbalik arah. 

 

Ia selalu mengatakan bahwa yang namanya hidup tak pernah terlepas dari yang namanya rintangan. Dan itu sudah menjadi hal yang tak mungkin lagi bisa terelakkan. Sebagaimana pada masa – masa sulit seperti hari ini, dimana ada jarak yang membentang memaksa tidak ada namanya pertemuan. Segala hal dilakukan dengan menggunakan jaringan. Namun hal ini tak membuatnya gentar untuk terus menyuarakan khasanah keilmuan. 

 

Ya begitulah sosoknya, gigih dan tak pernah putus berjuang. Tak pernah sedetikpun terbesit dalam angannya untuk membranding namanya dalam jajaran kependidikan. Tujuannya hanya ingin membentuk generasi yang menjunjung tinggi nilai – nilai yang telah diajarkan. 

Bahagianya hanya sekedar melihat anak didiknya memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam hal yang telah diajarkan. 

 

Itulah ia, sosok yang senantiasa meyakinkan bahwa pandemic bukanlah hambatan untuk terus belajar. Meyakinkan para mahasiswanya untuk terus bangkit dan beradaptasi dengan lingkungan belajar yang mungkin baru dirasakan. Tetapi tak lupa untuk tetap bekerja secara professional dan maksimal, serta menghasilkan sebuah karya yang luar biasa. 

 

”Jangan putus asa, mari terus belajar meraih peluang untuk jadi pemenang. Terus perdalam dan perkaya ilmu yang kita miliki secara praktisi sampai mampu menciptakan sebuah karya yang sesuai dengan inovasi.” Begitulah pesan yang seringkali disampaikan kepada mahasiswanya diberbagai kesempatan. 

 

Ia sangat ingin sekali melihat para mahasiswanya memiliki kesiapan yang matang setelah lulus untuk terjun di pasar kerja, bahkan ikhlas mengabdikan diri dalam masyarakat dengan keilmuan yang dimiliki. Dan yang pastinya, menjunjung tinggi nilai – nilai yang didapatkan dari menimba ilmu di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Serta membawa nilai – nilai profesionalitas dan integritas dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi. 

 

Selama menjadi dosen di UINSA, ada beberapa hal yang mungkin belum tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Dimana ia ingin membuat fakultas dakwah dikenal baik oleh masyarakat banyak, dan membuatnya memiliki nilai terbaik dibandingkan fakultas lainnya. Ia juga ingin adanya siaran secara live dalam kampus dari pagi hingga menjelang sore, layaknya siaran radio yang profesionalitas meskipun masih menggunakan format kampus. 

 

Ya radio adalah jalan terjal beliau selain mengajar. Namun untuk saat ini, ia lebih sering menghabiskan banyak waktunya untuk mengajar dan memperbanyak keilmuannya didunia broadcast. Sehingga setelah pensiun, ia punya bekal dalam dunia jurnalistik. Jadi tak heran bila ia memiliki kemampuan menjadi seorang reporter dan hal – hal lain yang berikatan dengan broadcast dan jurnalistik. Karena prospek kerja untuk dunia broadcast dan jurnalistik tergolong cukup luas.

 

Ia juga mengatakan bahwa sesulit apa rintangan dan hambatannya, ia cukup mensyukuri dan melakukannya dengan santai saja. Karena mengingat hal ini adalah menjadi bagian dari yang disenangi, sehingga bagaimanapun beratnya akan tetap terasa ringan karena suka. Sebagaimana tuturnya bila tak ada pekerjaan yang tidak mengandung resiko. Semua pasti ada suka dan dukanya. Tapi ia sangat menyenangi apa yang setiap ia usahakan dan kerjakan. Termasuk fokus dalam mengajar. 

 

Banyak sekali harapan yang ia taruh kepada para mahasiswa yang diajarnya. Salah satunya yaitu ingin melihat mereka untuk terus berupaya mengembangkan ilmu yang telah disampaikan, baik itu jurnalistik, broadcasting, maupun etika hukum media. Dan selalu siap untuk menghadapi masyarakat, pasar kerja dan juga situasi yang terus berubah – ubah. Terus berusaha untuk meningkatkan kekreatifan dan inovasi dalam berkarya, mengingat saat ini berada dizaman digital. Dimana jika tidak beradaptasi dan menyesuaikan diri maka akan jauh tertinggal. 

 

“Yang membuat kita bisa sukses dan berhasil itu bukan fakultas, tapi keberanian dalam mengambil tantangan ataupun resiko saat berada di dunia kerja.” 

 

Dosen yang ramah dan baik hati ini selalu mengatakan : 

 

“Saya senang takdir membawa saya pada tempat ini, walaupun tidak menjadi dosen tetap dan hanya sekedar dosen praktikum, tetapi saya senang bisa sharing segala hal tentang ilmu ataupun knowledge dengan para mahasiswa maupun kerabat dosen yang lainnya.” 

 

Ia juga tak pernah lupa mengingatkan mahasiswanya untuk terus berlatih dengan sungguh – sungguh mengasah skill kemampuan yang dimiliki atau passion yang diminati. Selain itu, meminta mahasiswanya untuk aktif dalam mengikuti organisasi maupun kegiatan kampus guna membentuk relasi dan menambah pengalaman hidup. Serta turut aktif dalam mengikuti webinar, workshop, maupun seminar untuk memperkaya khasanah keilmuan yang dimiliki. 

 

Ya begitulah sosoknya, ia merupakan salah satu dosen yang dapat menjadi teladan bagi kita semua agar selalu menemukan motivasi dan cara pandang yang lain dalam mencintai segala pekerjaan yang kita jalani. Karena pointnya bekerja tidak hanya sekedar mencari uang saja, tetapi juga memberikan manfaat kepada semua pihak yang ada disekitar kita. Dan dengan ciri khas mengajarnya yang sederhana dan santai, membuat semua orang respect kepada setiap yang telah diusahakannya. Karena sebanyak apapun mahasiswanya melakukan kesalahan, ia tak pernah marah ataupun merendahkannya, tapi yang ada justru menerima dan memaafkannya serta merangkulnya untuk terus bangkit dan menjadi sosok yang lebih baik dari yang sebelumnya. Itulah sebabnya ia cocok menyandang gelar sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

 


Hadirkan Jurnalis Multimedia Belgia dan Pakistan, FDK gelar Internasional Workshop

Diketahui pada tanggal 5 Juni 2021 bertepatan dengan hari Sabtu lalu, Fakultas Dakwah dan Komunikasi menggelar sebuah Internasional workshop yang bertemakan Mutimedia Journalism, yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting. Acara ini berlangsung selama 3,5 jam dari pukul 13.00 WIB hingga 16.30 WIB, yang diisi oleh Jurnalis mulitimedia dari Belgia dan Paskitan yakni Riza Roidila S.I.Kom.,M.A dan Anbreen Yasin Khan, M.Sc. Acara ini berjalan sangat lancar dengan jumlah  sebanyak 111 orang yang bergabung didalamnya.


Karena bergelar Internasional, sehingga ada 2 bahasa yang dipergunakan dalam Workshop ini, yakni Inggris – Indonesia. Banyak dari beberapa mahasiswa dan dosen yang tergabung didalamnya turut meramaikan acara ini sebagai bentuk antusiasme dalam projek kali ini. Sebagaimana seperti workshop pada umumnya, Acara ini dibuka oleh MC dan tak lupa pembacaan tata tertib dalam mengikuti workshop. Kemudian pembukaan dengan diputarnya sebuah lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne UINSA. Lalu dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Dekan FDK serta Bapak Kaprodi KPI.


Sebelum memasuki acara inti, berbeda dengan yang lain dalam workshop ini terdapat ice breaking berupa games yang memanfaatkan permainan video berupa Kahoot untuk menambah sebanyak apa wawasan peserta. Dimana hal ini berguna untuk membangun suasana yang menyenangkan antara pembicara dengan pendengar.


Setelah memasuki acara inti, dimana untuk pertama kalinya. Narasumber pertama dari Belgia lah yang akan menyampaikan sebuah materi yang berkaitan dengan Jurnalisme Mulitimedia. Dimana seseorang mampu menjadi jurnalis dalam kesehariannya hanya dengan menggunakan smartphone. Mulai dari ambil gambar, suara, hingga editing sekalipun. Narasumber menjelaskan dengan begitu detail dengan memanfaatkan PPT sebagai sarananya.


Begitu juga dengan Narasumber kedua, yang membahas tentang penulisan suatu berita yang berkaitan dengan dakwah di Pakistan. Keduanya menjelaskan dengan begitu luar biasa. Namun sempat terhalang sinyal, sehingga terjadi sedikit gangguan namun semua dapat teratasi dan berjalan dengan lancar.


Tak lupa terjadi sesi tanya jawab sebelum akhirnya ada games lagi yang mana pemenangnya mendaatkan penghargaan berupa pulsa sebesar 100.000 rupiah. Dan sungguh ini cukup menarik para peserta didalamnya termasuk saya saat itu. games ini dimenangkan oleh salah satu mahasiswa KPI yang bernamakan Annisa.

Selasa, 08 Juni 2021
Tag :

Ngabuburit Mantul , Jelajah Kuliner di Gresik




  Features

  https://drive.google.com/file/d/1teDYkRp7z1sQE1fCEJ63w9yBUtM9zFpa/

  Klik link diatas untuk melihat  

Selasa, 27 April 2021
Tag :

Launching Buku Madzhab Dakwah Wasathiyah Sunan Ampel Surabaya oleh Menteri Agama Republik Indonesia


         rektor uinsa bersama menteri agama RI dan wagub jatim   
sumber foto antaranews.com


Surabaya – Pada hari Jum’at (26/03/2021), Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya hadir dengan meluncurkan sebuah karya baru yang berjudul Madzab Dakwah Wasathiyah Sunan Ampel yang secara langsung dilaunching oleh Menteri Agama Republik Indonesia dalam acara memperingati usia emas yang ke 50 tahun.

 

Dimana acara ini dihadiri oleh Rektor UIN  Sunan Ampel Prof. Masdar Hilmy, Dekan Fakultas Dakwah dan komunikasi Abd Halim, serta Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas, Wakil gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak, Guru besar UINSA, dan alumni masing – masing dari program studi lain yang turut bergabung untuk memeriahkan acara tersebut di Hotel Mercure Surabaya, pada pukul 13.00 WIB.

 

Tidak hanya itu, acara ini juga disaksikan oleh ratusan mahasiswa UIN Sunan Ampel secara virtual melalui aplikasi zoom, sebagai bentuk apresiasi dalam menyambut karya baru yang disusun oleh tim Fakultas dakwah dan komunikasi. Yang mana acara ini diawali oleh sambutan – smabutan dari jajaran orang berpengaruh di UINSA selaku kekuatan primer dalam karya baru yang dilaunching. Kemudian disambung dengan sedikit penjelasan mengenai isi buku tersebut.

 

Berkesempatan dengan hal ini, Prof Masdar Hilmi selaku Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, menjelaskan di dalam sambutannya, bahwa sebagai kampus Islam sudah seharusnya memiliki tanggung jawab dalam menyebar Islam yang moderat sebagaimana para wali, salah satunya Sunan Ampel.

 

“Melalui launching buku ini juga sebagai langkah awal untuk mencerdaskan generasi bangsa,”ucapnya.

 

Tidak jauh berbeda dengan Masdar Hilmy, Yaqut Cholil Qoumas selaku Menteri Agama RI juga turut menyampaikan bahwasannya sebagai kampus Islam terbesar di Surabaya sudah sewajarnya untuk melakukan peningkatan ke arah yang lebih edukatif dan inovatif dalam mengajak kebaikan. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa bentuk dakwah walisongo menjadi salah satu model dakwah yang berbeda dengan rupa Islam di dunia.

 

“Dakwah walisongo yang telah terbukti di Indonesia, Islam sebagai solusi dan rahmat semesta alam,” pungkasnya.

 

Disini bapak Drs. Prihananto, M.Ag selaku salah satu tim yang menyusun buku Madzab Dakwah Wasathiyah Sunan Ampel sedikit menjelaskan gambaran mengenai isi buku tersebut. Yang mana diawal buku ini dijelaskan bagaimana kiprah dari Kanjeng Sunan Ampel dan juga silsilahnya, masa kelahiranya sampai hijrah ke tanah Jawa.

 

Selain itu, dalam buku tersebut juga dijelaskan dimana Kanjeng Sunan Ampel berusaha untuk meyeimbangkan aktivitas dakwah dengan alam sekitarnya, yang kemudian muncul akulturasi dakwah yaitu hal – hal yang berkaitan dengan kultur atau budaya. Kedua itulah yang membuat kesimpulan bahwa dakwah Sunan Ampel bermadzhabkan wasathiyah.

 

Dibuku ini juga dijelaskan bahwasannya sebelum ke Ampel denta, Sunan Ampel sempat bersinggah di Kembang Kuning dan mendirikan masjid di tahun 1440 M. Setelah itu ke baru ke ampel denta dan mendirikan masjid pada tahun 1446 M serta menjelaskan dakwah kanjeng sunan ampel disini.

 

 

Minggu, 28 Maret 2021
Tag :

Menteri Agama RI Hadiri Milad FDK UIN Surabaya ke-50 tahun

(Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas)


SURABAYA – Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas menghadiri acara peringatan 50 tahun Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA) di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya.


Pada hari jumat tanggal 26 maret 2021 di acara memperingati 50th Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang juga dihadiri oleh menteri agama republik Indonesia  yakni bapak H. Yaqut Cholil Qoumas.  Dalam sambutanya beliau memaparkan dalam mengoptimalkan kampus PTKIN yang educative dan mencerahkan itu sangat penting apalagi ditengah tengah hoaxnya narasi ajaran agama yang masih banyak ditafsirkan menjadi alat-alat politik ketimbang sebagai inspirasi, oleh karna itu PTKIN khususnya Fakultas Dakwah dan Komunikasi harus memiliki upaya kuat dan sistematis untuk mengarahkan umat islam yang lebih esensial. Ijtihat dan upaya yang dilakukan dengan mempertegas madzhab islam wassatiyah.


 “Mengoptimalkan kampus PTKIN agar lebih mencerahkan dan edukati, sangatlah penting,” ujar Bapak Menag Jumat (26/3/2021)


Bapak menteri agama juga berpesan dalam memperingati 50th FDK agar civitas akademika melanjutkan ajaran dan model dakwah walisongo yang terbukti berhasil agar tetap relevan dalam ruang dan waktu yang terus berubah  dan mengapresiasi terbitnya buku madzhab dakwah wasathiyah Sunan Ampel yang merupakan ikhtiar untuk mendakwahkan islam sebagi  solusi bagi kemausiaan dan rahmat bagi semuanya, beliau percaya bahwa nama besar Sunan Ampel salah satu walisongo dibalik perguruan tinggi ini akan mampu menghidupkan nilai-nilai islam dalam konteks keindonesiaan dengan damai sebagaimana contoh yang diberikan para walisongo termasuk didalamnya Sunan Ampel.


Kontekstualisasi ajaran Islam dan dakwah model Wali Songo ini, yang membentuk wajah Islam Indonesia berbeda dengan sebagian besar dunia Islam, penerimaan umat Islam pada konsensus kebangsaan, dasar Negara Pancasila, bentuk Negara NKRI dan konstitusi Negara Undang-Undanf 1945” ujar Bapak Menag RI. 

Sabtu, 27 Maret 2021
Tag :

Popular Post

Labels

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Perjalanan Karier di Dunia Broadcasting

 Oleh : Cristina Eca Yulianti / B01218009 Praktikum JR2 Pria asal Blitar, Jawa Timur yang akrab di sapa Didin dengan nama lengkap Syaifuddin...

- Copyright © 2021 GROUP 1 KPI FDK UINSA -- Powered by Blogger -