Archive for Juli 2021

Perjalanan Karier di Dunia Broadcasting

 Oleh : Cristina Eca Yulianti / B01218009 Praktikum JR2



Pria asal Blitar, Jawa Timur yang akrab di sapa Didin dengan nama lengkap Syaifuddin Zuhri ini memulai untuk menggapai kariernya dengan merantau ke Kota besar yaitu Surabaya pada tahun 1986. Setelah lulus SMA ia memutuskan untuk kuliah di Surabaya dan daftar di IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Surabaya pada tahun itu. Mengambil jurusan/program studi PPAI (Penyiaran Penerangan Agama Islam) yang pada saat ini dikenal dengan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).


Setelah selesai kuliah, ia tidak kembali ke kampung halamannya di Blitar karena mempunyai banyak kegiatan di Surabaya. Yang pertama ia gabung di Korsiduma RRI (Radio Republik Indonesia) Surabaya yaitu sebuah komunitas kumpulnya anak-anak muda yang interest dengan dunia broadcast dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya. Ia bergabung di Korsiduma RRI mulai tahun 1987-1990.


Dari situ ia mempunyai pengalaman Jurnalistik diluar kampus karena di Korsiduma itu ada keharusan untuk meliput kegiatan-kegiatan dikampus-kampus Surabaya. Dan berita yang disiarkan setiap seminggu sekali di RRI Surabaya. Korsiduma juga menjadi acuan organisasi untuk perkembangan bakat khususnya dibidang broadcasting dan announcing. Ia meliput kegiatan kemudian membaca berita setiap hari sabtu. Karena kumpulnya setiap hari Sabtu di Siduma (siaran dunia mahasiswa). Salah satu pegiatnya juga dulu yaitu Prof. Dr. Suhartini pada saat kuliah.


Ia mengembangkan juga di kampus dengan masuk ke AraAita majalah; kampus yang terbit setiap 6 bulan sekali, sebagai reporter. Setelah lulus tahun 1991 melanjutkan perkembangan karier dan bakat didunia Jurnalistik. Sempat bekerja tahun 1991 di Harian Pagi Memorandum, koran kriminal terbesar tidak lama hanya 1,5 tahun tetapi mendapatkan pengalaman yang sangat berharga ketika dididik menjadi jurnalis di media cetak. Teknologinya saat itu sudah canggih menggunakan komputer , tapi tidak secanggih sekarang karena belum ada modem/internet.


Pada tahun 1992 ia pindah haluan, disamping masih menggeluti Jurnalistik cetak Ia mulai melirik dunia radio. Maka pada saat itu ia gabung disalah satu Radio siaran swasta di Surabaya sebagai announcer dan reporter. Diantaranya radio Istara, radio Rajawali, radio Kartika Bahari, sempat juga di radio Karolina. Ia tekuni selama kurang lebih 6 tahun. Hingga akhirnya ia concent di dunia radio sampek tahun 2004. Pagi berangkat pulang jam 11 malam setiap hari, jika koran cetak belum naik cetak koran belum boleh pulang. Meninggalkan dunia broadcasting pelan pelan secara praktis ditahun 2006.


Pada saat itu ia belum berada di dunia kampus, ia mulai mengajar ditahun 2001. Karena ia ditawari oleh Prof. Ali Azis untuk membantu teman-teman di Fakultas Dakwah dan Komunikasi untuk mengajar karena ia mempunyai pengetahuan di bidang broadcasting jurusan untuk mengajar di jurusan KPI.


Sebelum concent didunia pengajar ia memang banyak didunia entertain yaitu broadcasting. Dijalani dengan enjoy meskipun gajinya pada saat itu masih sangat kecil ditahun 90-an. Banyak tantangan dan kompetitornya tetapi ia enjoy menjalinya. Ia menyenangi dunia Jurnalistik. Kuncinya sabar dan tidak ada profesi yang kemudian naik pada posisi leader semua dari bawah.


 Kerja di dunia radio seperti kerja didunia entertain yang satu menjadi entertainment yang kedua menjadi profesi. Banyak seni didalamnya, karena harus belajar olah vocal, hunting kesana kemari. Kesan yang ia dapat selama bekerja di dunia broadcasting ia sangat senang dan membuat hari-harinya lebih menantang.

Senin, 05 Juli 2021

Kiat Sukses di Dunia Radio

Oleh : M. Alief Rindianto / B01218019 Praktikum JR2



Kerja diradio itu berada didunia entertainment sebagai 2 posisi satu sebagai entertaint sekaligus sebagai professional jadi harus sama sama dinikmati dan dikerjakan. Pak didin contohnya, pria yang bernama lengkap Syaifuddin Zuhri yang sekarang menjadi dosen di UINSA memaparkan pengalamanya saat di dunia radio. Kerja diradio itu ada banyak seninya karena kita harus belajar olah vocal kemudian harus hunting kesana kesini ya dijalani aja dan kesan nya senang berkat di dunia broadcast mendapatkan pengalaman yang luar biasa sehingga tahun 2007 bisa masuk seleksi di KPI jawa timur itu yang diambil 7 orang dari 147 orang pendaftar dan masa jabatanya 3 tahun serta periode 2 daftar lagi dan diterima lagi jadi komisioner KPI jawa timur sampai tahun 2016, selebihnya banyak konsen mengajar jadi dosen.


Dunia radio itu dinamis jadi ketika diradio ada namanya PRSSNI JATIM yakni persatuan radio siaran swasta nasional Indonesia jawa timur itu sering mengadakan diklat , workshop nah disitulah dapat banyak pengalaman. Broadcasting didunia radio tidak akan mati karena digital yang bikin radio mati karena berhentinya ide-ide yang muncul dari orang-orang didalam radio itu jadi kalau penyiarnya dan programernya kehabisan ide dan nggak mau mengembangkan inovasi yang sesuai dengan pengembangan digital ya mereka akan tertinggal.


Jadi , saya kira kalo mahasiswa sekarang yang consent di bidang broadcast itu kan banyak sekarang tinggal pengembangan aja, sekarang ini kita dimudahkan dengan yang namanya fasilitas digital tidak seperti 10 tahun atau 20 tahun yang lalu jadi tinggal nyusun program aja kita nyusun program terus kita siarkan. Kalo soal competitor semua sama dan radio kampus terbaik di Surabaya itu ya di UINSA salah satunya, jadi kalau anda ingin interest didunia broadcast berlatihlah mulai sekarang untuk menekuni itu kemuan nanti setelah anda lulus harus berani ambil resiko masuk ke perusahaan radio swasta untuk mencari pengalaman nanti kalo anda sudah punya knowledge pengalaman yang luar biasa baru bisa bergaining dengan gaji dll dan semua tergantung dari SDMnya juga harus mau berlatih dan bekerja keras serta cari pengalaman sebanyak-banyaknya.


Takdir Yang Menggiringku Sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

  Oleh : Erica Dwi Wulandari / B91218103 Praktikum JR2



Bertubuh sedikit berisi, bermata sipit, berkulit sawo matang, dan memiliki senyuman yang manis merupakan pria kelahiran Blitar yang merantau ke Surabaya dengan nama lengkap Syaifuddin Zuhri. Pria yang berprofesi sebagai dosen praktikum diberbagai perguruan tinggi sejak tahun 1999. Pria ini biasa dikenal dengan sapaan Pak Didin oleh para mahasiswa dan kerabat dosen lainnya. Ia adalah dosen yang pernah mengajar keilmuan yang berhubungan langsung dengan dunia jurnalistik dan broadcasting di Unitomo, UPN, IKIP PGRI Surabaya, dan yang terakhir di IAIN SUNAN AMPEL Surabaya. 

 

Pak Didin mengajar di IAIN SUNAN AMPEL Surabaya sejak tahun 2001. Ia dipercaya menjadi salah satu dosen praktisi yang mengajar ilmu dibidang komunikasi khususnya yang terkait dengan dunia broadcast dan siaran radio. Tetapi didalam perjalanan mengajar di universitas tersebut, ia berusaha untuk mencapai kompetensi standart yang telah diberlakukan, guna memperkaya keilmuan yang dimiliki sebagai bekal dimasa depan untuk terjun didunia broadcast. 

 

Dosen yang sederhana dan penuh kewibawaan ini memiliki pengalaman dalam bidang jurnalistik yang cukup memuaskan. Ia sedari dulu aktif dalam mengikuti segala aktivitas yang bergerak dibidang broadcasting, khususnya siaran Radio. Ia juga sempat berkecimpung dalam KORSI DUMA RRI Surabaya, yang merupakan wadah bagi para mahasiswa dalam mengembangkan bakatnya di dunia broadcast sejak tahun 1987 sampai dengan tahun 1990. Selain itu, ia juga mengikuti kegiatan di luar kampus dibidang jurnalistik yang bernama SIDUMA (Siaran Dunia Mahasiswa). 

 

Hingga kini, dosen yang penuh ketenangan dan kehangatan ini dipercayai untuk mengajar mata kuliah Hukum Etika Media dan segala teori yang berkaitan langsung dengan jurnalistik. Tidak hanya itu, ia juga dikenal sebagai sosok dosen yang penuh dengan keikhlasan didalam menyampaikan sebuah ilmu bagi para mahasiswa yang ia ajar. Ia juga seringkali berucap bahwa keinginan yang tersirat dalam benaknya tidak lain adalah melihat para mahasiswanya sukses dalam menekuni segala bentuk passion atau talenta yang dimilikinya. 

 

Dosen berparas bundar ini tak pernah sedikitpun merasa lelah saat mengajar. Yang ada justru ia merasa senang dengan amanah yang tengah dikerjakan. Ia adalah sosok dosen yang sabar dalam berlisan. Tak ada satu pun kata yang terucap menyakitkan. Karena itu banyak sekali mahasiswa yang merasa tentram saat diajar. 

 

Pak Didin adalah orang yang tak pernah sekalipun memikirkan imbalan dari apa yang tengah diupayakan. Ia adalah sosok yang begitu tekun, pekerja keras, dan mau berusaha untuk dirinya dan orang – orang disekitarnya. Dia selalu belajar atas segala hal yang pernah ia jumpai dalam perjalanan hidupnya. Walau sulit, namun tak mampu membuatnya gentar dan berbalik arah. 

 

Ia selalu mengatakan bahwa yang namanya hidup tak pernah terlepas dari yang namanya rintangan. Dan itu sudah menjadi hal yang tak mungkin lagi bisa terelakkan. Sebagaimana pada masa – masa sulit seperti hari ini, dimana ada jarak yang membentang memaksa tidak ada namanya pertemuan. Segala hal dilakukan dengan menggunakan jaringan. Namun hal ini tak membuatnya gentar untuk terus menyuarakan khasanah keilmuan. 

 

Ya begitulah sosoknya, gigih dan tak pernah putus berjuang. Tak pernah sedetikpun terbesit dalam angannya untuk membranding namanya dalam jajaran kependidikan. Tujuannya hanya ingin membentuk generasi yang menjunjung tinggi nilai – nilai yang telah diajarkan. 

Bahagianya hanya sekedar melihat anak didiknya memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam hal yang telah diajarkan. 

 

Itulah ia, sosok yang senantiasa meyakinkan bahwa pandemic bukanlah hambatan untuk terus belajar. Meyakinkan para mahasiswanya untuk terus bangkit dan beradaptasi dengan lingkungan belajar yang mungkin baru dirasakan. Tetapi tak lupa untuk tetap bekerja secara professional dan maksimal, serta menghasilkan sebuah karya yang luar biasa. 

 

”Jangan putus asa, mari terus belajar meraih peluang untuk jadi pemenang. Terus perdalam dan perkaya ilmu yang kita miliki secara praktisi sampai mampu menciptakan sebuah karya yang sesuai dengan inovasi.” Begitulah pesan yang seringkali disampaikan kepada mahasiswanya diberbagai kesempatan. 

 

Ia sangat ingin sekali melihat para mahasiswanya memiliki kesiapan yang matang setelah lulus untuk terjun di pasar kerja, bahkan ikhlas mengabdikan diri dalam masyarakat dengan keilmuan yang dimiliki. Dan yang pastinya, menjunjung tinggi nilai – nilai yang didapatkan dari menimba ilmu di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Serta membawa nilai – nilai profesionalitas dan integritas dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi. 

 

Selama menjadi dosen di UINSA, ada beberapa hal yang mungkin belum tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Dimana ia ingin membuat fakultas dakwah dikenal baik oleh masyarakat banyak, dan membuatnya memiliki nilai terbaik dibandingkan fakultas lainnya. Ia juga ingin adanya siaran secara live dalam kampus dari pagi hingga menjelang sore, layaknya siaran radio yang profesionalitas meskipun masih menggunakan format kampus. 

 

Ya radio adalah jalan terjal beliau selain mengajar. Namun untuk saat ini, ia lebih sering menghabiskan banyak waktunya untuk mengajar dan memperbanyak keilmuannya didunia broadcast. Sehingga setelah pensiun, ia punya bekal dalam dunia jurnalistik. Jadi tak heran bila ia memiliki kemampuan menjadi seorang reporter dan hal – hal lain yang berikatan dengan broadcast dan jurnalistik. Karena prospek kerja untuk dunia broadcast dan jurnalistik tergolong cukup luas.

 

Ia juga mengatakan bahwa sesulit apa rintangan dan hambatannya, ia cukup mensyukuri dan melakukannya dengan santai saja. Karena mengingat hal ini adalah menjadi bagian dari yang disenangi, sehingga bagaimanapun beratnya akan tetap terasa ringan karena suka. Sebagaimana tuturnya bila tak ada pekerjaan yang tidak mengandung resiko. Semua pasti ada suka dan dukanya. Tapi ia sangat menyenangi apa yang setiap ia usahakan dan kerjakan. Termasuk fokus dalam mengajar. 

 

Banyak sekali harapan yang ia taruh kepada para mahasiswa yang diajarnya. Salah satunya yaitu ingin melihat mereka untuk terus berupaya mengembangkan ilmu yang telah disampaikan, baik itu jurnalistik, broadcasting, maupun etika hukum media. Dan selalu siap untuk menghadapi masyarakat, pasar kerja dan juga situasi yang terus berubah – ubah. Terus berusaha untuk meningkatkan kekreatifan dan inovasi dalam berkarya, mengingat saat ini berada dizaman digital. Dimana jika tidak beradaptasi dan menyesuaikan diri maka akan jauh tertinggal. 

 

“Yang membuat kita bisa sukses dan berhasil itu bukan fakultas, tapi keberanian dalam mengambil tantangan ataupun resiko saat berada di dunia kerja.” 

 

Dosen yang ramah dan baik hati ini selalu mengatakan : 

 

“Saya senang takdir membawa saya pada tempat ini, walaupun tidak menjadi dosen tetap dan hanya sekedar dosen praktikum, tetapi saya senang bisa sharing segala hal tentang ilmu ataupun knowledge dengan para mahasiswa maupun kerabat dosen yang lainnya.” 

 

Ia juga tak pernah lupa mengingatkan mahasiswanya untuk terus berlatih dengan sungguh – sungguh mengasah skill kemampuan yang dimiliki atau passion yang diminati. Selain itu, meminta mahasiswanya untuk aktif dalam mengikuti organisasi maupun kegiatan kampus guna membentuk relasi dan menambah pengalaman hidup. Serta turut aktif dalam mengikuti webinar, workshop, maupun seminar untuk memperkaya khasanah keilmuan yang dimiliki. 

 

Ya begitulah sosoknya, ia merupakan salah satu dosen yang dapat menjadi teladan bagi kita semua agar selalu menemukan motivasi dan cara pandang yang lain dalam mencintai segala pekerjaan yang kita jalani. Karena pointnya bekerja tidak hanya sekedar mencari uang saja, tetapi juga memberikan manfaat kepada semua pihak yang ada disekitar kita. Dan dengan ciri khas mengajarnya yang sederhana dan santai, membuat semua orang respect kepada setiap yang telah diusahakannya. Karena sebanyak apapun mahasiswanya melakukan kesalahan, ia tak pernah marah ataupun merendahkannya, tapi yang ada justru menerima dan memaafkannya serta merangkulnya untuk terus bangkit dan menjadi sosok yang lebih baik dari yang sebelumnya. Itulah sebabnya ia cocok menyandang gelar sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

 


Popular Post

Labels

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © 2021 GROUP 1 KPI FDK UINSA -- Powered by Blogger -