Minggu, 28 Maret 2021


         rektor uinsa bersama menteri agama RI dan wagub jatim   
sumber foto antaranews.com


Surabaya – Pada hari Jum’at (26/03/2021), Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya hadir dengan meluncurkan sebuah karya baru yang berjudul Madzab Dakwah Wasathiyah Sunan Ampel yang secara langsung dilaunching oleh Menteri Agama Republik Indonesia dalam acara memperingati usia emas yang ke 50 tahun.

 

Dimana acara ini dihadiri oleh Rektor UIN  Sunan Ampel Prof. Masdar Hilmy, Dekan Fakultas Dakwah dan komunikasi Abd Halim, serta Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas, Wakil gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak, Guru besar UINSA, dan alumni masing – masing dari program studi lain yang turut bergabung untuk memeriahkan acara tersebut di Hotel Mercure Surabaya, pada pukul 13.00 WIB.

 

Tidak hanya itu, acara ini juga disaksikan oleh ratusan mahasiswa UIN Sunan Ampel secara virtual melalui aplikasi zoom, sebagai bentuk apresiasi dalam menyambut karya baru yang disusun oleh tim Fakultas dakwah dan komunikasi. Yang mana acara ini diawali oleh sambutan – smabutan dari jajaran orang berpengaruh di UINSA selaku kekuatan primer dalam karya baru yang dilaunching. Kemudian disambung dengan sedikit penjelasan mengenai isi buku tersebut.

 

Berkesempatan dengan hal ini, Prof Masdar Hilmi selaku Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, menjelaskan di dalam sambutannya, bahwa sebagai kampus Islam sudah seharusnya memiliki tanggung jawab dalam menyebar Islam yang moderat sebagaimana para wali, salah satunya Sunan Ampel.

 

“Melalui launching buku ini juga sebagai langkah awal untuk mencerdaskan generasi bangsa,”ucapnya.

 

Tidak jauh berbeda dengan Masdar Hilmy, Yaqut Cholil Qoumas selaku Menteri Agama RI juga turut menyampaikan bahwasannya sebagai kampus Islam terbesar di Surabaya sudah sewajarnya untuk melakukan peningkatan ke arah yang lebih edukatif dan inovatif dalam mengajak kebaikan. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa bentuk dakwah walisongo menjadi salah satu model dakwah yang berbeda dengan rupa Islam di dunia.

 

“Dakwah walisongo yang telah terbukti di Indonesia, Islam sebagai solusi dan rahmat semesta alam,” pungkasnya.

 

Disini bapak Drs. Prihananto, M.Ag selaku salah satu tim yang menyusun buku Madzab Dakwah Wasathiyah Sunan Ampel sedikit menjelaskan gambaran mengenai isi buku tersebut. Yang mana diawal buku ini dijelaskan bagaimana kiprah dari Kanjeng Sunan Ampel dan juga silsilahnya, masa kelahiranya sampai hijrah ke tanah Jawa.

 

Selain itu, dalam buku tersebut juga dijelaskan dimana Kanjeng Sunan Ampel berusaha untuk meyeimbangkan aktivitas dakwah dengan alam sekitarnya, yang kemudian muncul akulturasi dakwah yaitu hal – hal yang berkaitan dengan kultur atau budaya. Kedua itulah yang membuat kesimpulan bahwa dakwah Sunan Ampel bermadzhabkan wasathiyah.

 

Dibuku ini juga dijelaskan bahwasannya sebelum ke Ampel denta, Sunan Ampel sempat bersinggah di Kembang Kuning dan mendirikan masjid di tahun 1440 M. Setelah itu ke baru ke ampel denta dan mendirikan masjid pada tahun 1446 M serta menjelaskan dakwah kanjeng sunan ampel disini.

 

 

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Labels

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © 2021 GROUP 1 KPI FDK UINSA -- Powered by Blogger -